Kamis, 16 Juni 2011

Makalah "Teknologi Pendidikan - Landasan Teknologi Komunikasi pada Teknologi Pembelajaran""

Pendahuluan
      I.   Latar Belakang
Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi telah menjadi pemicu terhadap upaya perubahan sistem pembelajaran di sekolah.
Kondisi sekolah, senantiasa dituntut untuk terus-menerus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pesat, sehingga sekolah yang tetap berkutat pada instruksional kurikulum hanya akan membuat peserta didik gagap melihat realitas yang mengepungnya.
Pengertian teknologi komunikasi sendiri memiliki pengertian sebagai suatu poses yang meliputi proses itu harus rasional dan efisien, harus bersistem, harus mengarah pada pemecahan masalah bersama, memadukan berbagai prinsip, konsep dan gagasan dan memperimbangkan kondisi lingkungan. Pemanfaatan teknologi merupakan kebutuhan mutlak dalam dunia pendidikan sehingga sekolah benar-benar menjadi ruang belajar dan tempat siswa mengembangkan kemampuannya secara optimal, dan nantinya mampu berinteraksi ke tangah-tengah masyarakatnya. Sekolah sebagai lembaga pendidikan harus mampu untuk memiliki teknologi penunjang sehingga bisa menjadikannya sebagai media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan mampu mengembangkan kecakapan personal secara optimal, baik kecakapan, kognitif, afektif, psikomotrik, emosional dan spiritualnya.
II. Identifikasi
              Dengan adanya teknologi komunikasi dan informasi dalam teknologi pendidikan Sehingga tercipta metode belajar yang lebih menarik dan efektif yang digunakan sebagai fasilitas pembelajaran, diharapkan dapat menumbuhkan motivasi siswa dalam proses pembelajaran.
Dengan rendahnya motivasi dan terbatasnya fasilitas dapat mengakibatkan lambannya peningkatan mutu pendidikan. Teknologi diterapkan di semua bidang kehidupan diantaranya bidang pendidikan. Teknologi modern dalam bidang komunikasi dengan produk yang berupa peralatan elektronik dan bahan ( software ) yang disajikannya telah mempengaruhi seluruh sektor kehidupan termasuk pendidikan.      Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran.
Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran, yaitu:
(1) dari pelatihan ke penampilan,
(2) dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja,
(3) dari kertas ke “on line” atau saluran,
(4) dari fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, dan
(5) dari waktu siklus ke waktu nyata

     Pola pemanfaatan TIK di sekolah meliputi beberapa hal, sebagai berikut :
- akses ke perpustakaan;
- akses ke pakar;
- melaksanakan kegiatan pembelajaran secara online;
- menyediakan layanan informasi akademik suatu satuan pendidikan;
- menyediakan fasilitas mesin pencari data;
- menyediakan fasilitas diskusi;
- menyediakan fasilitas direktori alumni dan sekolah; dan lainnya.
     Dalam pandangan kami melihat kondisi sarana prasarana yang baik akan sangat membantu, terlebih bila lokasi berada di wilayah perkotaan. Dukungan pihak sekolah dalam hal kebijakan ditunjang oleh dukungan dari pihak komite sekolah yang peduli terhadap pendidikan serta dukungan pemerintah dalam program peningkatan mutu pendidikan menjadi hal yang penting dalam pengembangan dan pengelolaan TIK di sekolah. Disamping para siswa ternyata juga sangat antusias dalam pembelajaran berbasis TIK yang dilakukan terlebih bila dilakukan oleh tenaga ahli yang menguasai dengan baik. Berbagai metode dan bentuk pembelajaran berbasis TIK yang bervariasi akan memperkaya proses pembelajaran dilakukan di sekolah.
                 Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam pemanfaatan TIK1) di sekolah sehingga tidak menghambat pengembangan yang dilakukan. Hal terpenting adalah penguasaan guru terhadap pemanfaatan TIK dalam pembelajaran sehingga dibutuhkan tenaga ahli yang dirasakan masih kurang tersedia di sekolah.
                 Hal lain yang dirasakan menghambat pemanfaatan TIK di sekolah adalah besarnya investasi yang harus disediakan agar dapat melakukan program pembelajaran.
                Disamping pola pikir yang masih saja belum berpihak kepada teknologi, baik alasan tidak murah ataupun ketidakmampuan lainnya.
1.        Perencanaan yang matang terhadap program pengembangan TIK di sekolah, termasuk aspek perancangan, implementasi dan evaluasi program.
2.        Ketersediaan tenaga ahli atau khusus yang menangani sektor TIK sangat mutlak dimiliki, dengan kompentensi atau kualifikasi di bidang teknologi informasi.
3.        Adanya jaringan internet dapat digunakan sebagai dasar membangun networking/jejaring antar sejawat maupun sebagai sumber belajar yang tiada batas. Sehingga diharapkan akan timbul inovasi dan meningkatnya kreatifitas unsur yang ada di sekolah.
4.        Peningkatan kemampuan guru menjadi hal yang wajib dilakukan mengingat paradigma yang ada sekarang tidak mendukung adanya kemajuan teknologi pada umumnya dan TIK pada khususnya sehingga pendayagunaan fasilitas yang tersedia menjadi tidak maksimal.







III. Permasalahan
Dalam pandangan tradisional di masa lalu (dan masih ada pada masa sekarang), proses pembelajaran dipandang sebagai:
(1) sesuatu yang sulit dan berat,
(2) upaya mengisi kekurangan siswa,
(3) satu proses transfer dan penerimaan informasi,
(4) proses individual atau soliter,
(5) kegiatan yang dilakukan dengan menjabarkan materi pelajaran kepada satuan-satuan kecil dan terisolasi,
(6) suatu proses linear.
Sejalan dengan perkembangan TIK telah terjadi perubahan pandangan mengenai pembelajaran yaitu pembelajaran sebagai:
(1) proses alami,
(2) proses sosial,
(3) proses aktif dan pasif,
(4) proses linear dan atau tidak linear,
(5) proses yang berlangsung integratif dan kontekstual,
(6) aktivitas yang berbasis pada model kekuatan, kecakapan, minat, dan kulktur siswa,
(7) aktivitas yang dinilai berdasarkan pemenuhan tugas, perolehan hasil, dan pemecahan masalah nyata baik individual maupun kelompok.
ISI
Pada hakikatnya teknologi pembelajaran2) adalah suatu disiplin yang berkepentingan dengan pemecahan masalah belajar dengan berlandaskan pada serangkaian prinsip dan menggunakan berbagai macam pendekatan atau teori komunikasi dan teknologi komunikasi.
Setiap teknologi dibangun atas dasar suatu teori tertentu. Demikian pula pada teknologi pembelajaran, dibangun atas dasar prinsip prinsip yang ditaril dari teori komunikasi terutama hasil hasil penelitian dalam pemanfaatan media, khususnya media komunikasi.
1.                     Pengertian komunikasi
Kata komunikasi berasal dari bahasa latin yaitu comminicare yang berarti sama. Sama disisni maksudnya adalah sama dalam hal pengertian dan pendapat antara komunikator dan komunikan.
Komunikasi merupakan peristiwa sosial dan terjadi ketika manusia berinteraksi dengan manusia lainnya. Komunikasi juga merupakan salah satu fungsi kehidupan manusia.
Faktor faktor yang mempengaruhi kelancaran berkomunikasi, antara lain :
a.       Faktor pengetahuan, makin luas pengetahuan yang dimiliki seseorang, semakin banyak perbendaharaan kata yang dimiliki sehingga mempermudah berkomunikasi dengan lancar.
b.      Faktor pengalaman, makin banyak pengalaman dimiliki seseorang menyebabkan terbiasa untuk menghadapi sesuatu.
c.       Faktor intelegensi, orang yang berintelegensi rendah biasanya kurang lancer dalam berbicara karena kurang memiliki perbendaharaan kata dan bahasa yang baik.
d.      Faktor kepribadian, orang yang mempunyai sifat pemalu dan kurang bergaul, biasanya kurang lancer berbicara dibandingkan dengan orang yang pandai bergaul.
e.       Faktor biologis, antara lain disebabkan karena gangguan organ organ berbicara sehingga menimbulkan gangguan dalam berkomunikasi.
A.    Dua bentuk komunikasi3), yaitu ;
a.       Komunikasi verbal
Dalam komunikasi verbal, informasi disampaikan secara lisan atau verbal melalui apa yang diucapkan dari mulut atau dikatakan, dan bagaimana mengatakannya.
b.      Komunikasi nonverbal
Komunikasi nonverbal atau nonlisan ini menggunakan isyarat (gesture), gerak gerik (movement), sesuatu barang, cara berpakaian atau sesuatu yang dapat menunjukan perasaan (expression) pada waktu yang sangat penting.
2.      Teori komunikasi
a.       Claude Shannon and warren Weaver (1949) berasal dari teori matematika, bersifat linear yaitu mempunyai arah tertentu dan teteap dari sumber (komunikator) kepada penerima (komunikan)
b.      David K Berlo (1960:72), komunikasi S-M-C-R (sources, message, channel, receiver) model ini dianggap pembaruan karena membawa implikasi dalam teknologi pembelajaran, yaitu dimasukannya orang dan bahan sebagai sumber yang merupakan bagian integral dari teknologi pembelajaran.
c.       Wilbur Schramm (1973) merupakan penyempurnaan dari teori Shannon dan Weaver dengan menambah dua unsure baru yaitu adanya lingkup pengalaman dan umpan balik.
d.      Teori konvergensi Rogers dan D Lawrence Kincaid (1979) komunikasi adalah sebagai sebuah proses dimana partisipan menciptakan dan saling berbagi informasi untuk mencapai kesepahaman (mutual understanding).

3.      Teknologi komunikasi
Kata teknologi berasal dari isitilah yang berarti tecne yang berarti sebagai seni atau keterampilan. Selain itu, kata teknologi banyak dipahami oleh awam sebagai mesin atau hal hal yang berkaitan dengan mesin.
Teknologi komunikasi adalah sarana dan prasarana struktur kelembagaan dan nilai nilai sosial yang dikumpulkan, disimpan, diolah dan dipertukarkan informasi sehingga memungkinkan untuk terjadinya persamaan persepsi atau tindakan.
4.      Landasan Komunikasi
A.                Landasan filosofis
Berdasarkan tinjauan dari falsafah ilmu, setiap pengetahuan mempunyai 3 komponen yang merupakan tiang penyangga tubuh pengetahuan yang didukungnya. Ketiga komponen tersebut adalah
-         Ontologi merupakan azas yang mengungkapkan ruang lingkup wujud yang menjadi objek penelaahan, serta penafsiran tentang hakekat realitas dari objek tersebut.
-         Epistimologi merupakan azaz mengenai cara bagaimana materi pengetahuan diperoleh dan disusun menjadi suatu tubuh pengetahuan.
-         Aksiologi merupakan azas dalam menggunakan pengetahuan yang diperoleh dan disusun dalam tubuh pengetahuan tersebut.
Pada hakekatnya manusia selalu mencari perubahan dalam setiap sendi kehidupan
4)
    Dalam faham sistem pendidikan kita yang menganut faham progresivisme, mengakui dan berusaha mengembangkan azas progresivisme dalam realitas kehidupan, agar manusia bisa bertahan menghadapi semua tantangan kehidupan termasuk dengan teknologi informasi dan komunikasi.
    Seperti yang dikatakan oleh Brinkmann (1971) bahwa Teknologi merupakan penerapan ilmu, dengan demikian bahwa dalam penerapan teknologi komunikasi dalam pendidikan diharapakan membuka cakrawalan keilmuan yang dilandasi oleh semangat mencari dan berinovasi dengan segala fasilitas yang diberikan.




B.                 Landasan Yuridis
Berdasarkan UU Nomor 14/2005 tentang Guru dan Dosen telah diputuskan bahwa “setiap Guru harus dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan penyelenggaraan kegiatan pengembangan yang mendidik”
C.                Landasan teoritis
Dalam menghadapi tantangan kehidupan modern ini kreativitas dan kemandirian sangat diperlukan untuk mampu beradaptasi dengan berbagai tuntutan. Kreativitas sangat diperlukan dalam hidup ini dengan beberapa alasan antara lain:
-         kreativitas memberikan peluang bagi individu untuk mengaktualisasikan dirinya,
-         kreativitas memungkinkan orang dapat menemukan berbagai alternatif dalam pemecahan masalah,
-         kreativitas dapat memberikan kepuasan hidup, dan
-         kreativitas memungkinkan manusia meningkatkan kualitas hidupnya.
        Dari segi kognitifnya, kreativitas merupakan kemampuan berfikir yang memiliki kelancaran, keluwesan, keaslian, dan perincian. Dari segi afektifnya kreativitas ditandai dengan motivasi yang kuat, rasa ingin tahu, tertarik dengan tugas majemuk, berani menghadapi resiko, tidak mudah putus asa, menghargai keindahan, memiliki rasa humor, selalu ingin mencari pengalaman baru, menghargai diri sendiri dan orang lain, dsb.

Untuk dapat memanfaatkan TIK dalam memperbaiki mutu pembelajaran, ada tiga hal yang harus diwujudkan yaitu
1.          siswa dan guru harus memiliki akses kepada teknologi digital dan internet dalam kelas, sekolah, dan lembaga pendidikan guru,
2.          harus tersedia materi yang berkualitas, bermakna, dan dukungan kultural bagi siswa dan guru, dan
3.          guru harus memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam menggunakan alat-alat dan sumber-sumber digital untuk membantu siswa agar mencapai standar akademik.
            Sejalan dengan pesatnya perkembangan TIK, maka telah terjadi pergeseran pandangan tentang pembelajaran baik di kelas maupun di luar kelas.
Hal itu telah mengubah peran guru dan siswa dalam pembelajaran. Peran guru telah berubah dari:
(1)       sebagai penyampai pengetahuan, sumber utama informasi, akhli materi, dan sumber segala jawaban, menjadi sebagai fasilitator pembelajaran, pelatih, kolaborator, navigator pengetahuan, dan mitra belajar;
(2)       dari mengendalikan dan mengarahkan semua aspek pembelajaran, menjadi lebih banyak memberikan lebih banyak alternatif dan tanggung jawab kepada setiap siswa dalam proses pembelajaran.
Sementara itu peran siswa dalam pembelajaran telah mengalami perubahan yaitu:
(1)       dari penerima informasi yang pasif menjadi partisipan aktif dalam proses pembelajaran,
(2)       dari mengungkapkan kembali pengetahuan menjadi menghasilkan dan berbagai pengetahuan,
(3)       dari pembelajaran sebagai aktivitas individual (soliter) menjadi pembelajaran berkolaboratif dengan siswa lain.







                                                                         Daftar Pustaka

1) Mohamad Surya ”Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Pendidikan Jarak Jauh dalam Rangka Peningkatan Mutu Pembelajaran”  Jakarta.

2) Warsita, Bambang, 2008. Teknologi Pembelajaran, Rineka Cipta Jakarta

3) Gurnitowati dan Maliki, 2001. Komunikasi Yang Efektif. Lembaga Administrasi Negara

4) Miarso, Yusufhadi, 2007. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan, Pustekom DIKNAS, Jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar